Tulisan

Senin, 03 Januari 2011

DANAU TOBA

Danau Toba PDF Print
20-01-2007
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik sebesar 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar ribuan saja.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

PESONA WISATA PULAU GILI NANGGU LOMBOK

Pesona Wisata Pulau Gili Nanggu

GILI NANGGU LOMBOK
Gili Nanggu adalah pulau kecil yang terletak di Lombok Selatan, sekitar 20 menit dari Pelabuhan Lembar dan 15 menit menyeberang dengan perahu motor dari Tawun. Di pulau kecil berterumbu karang dangkal ini tersedia penginapan yang katanya milik perorangan. Pantainya jernih kehijauan. 5 meter dari pantai sudah bisa menikmati terumbu karang dengan ikan hias berwarna-warni berlalu-lalang.

Menemukan tempat yang indah dan tenang untuk berlibur kadangkala bisa menjadi hal yang sulit. Tempat dimana kita dapat menikmati keindahan alam sambil berekreasi untuk menghilangkan kepenatan dari kesibukan rutin sehari-hari.

Bagi anda yang senang berwisata bahari, menyelam, berjemur di pantai, atau rileks di tempat yang bernuansa alami, datanglah menginap di Gili Nanggu. Pulau seluas 12,5 Ha di barat Lombok ini dikelola dengan konsep Forest/Virgin Island, sehingga masih memiliki alam yang asri dan alami. Ketenangan dan keasriannya menjadikan Gili Nanggu sebagai tempat kunjungan rutin banyak tamu mancanegara. Gili Nanggu dijuluki: Paradise Island.

Di pantai berpasir putih dan berombak tenang ini anda dapat beristirahat tanpa khawatir terganggu oleh hiruk pikuk pedagang pantai ,sebab Gili Nanggu adalah pulau pribadi yang hanya dihuni oleh pengelola dan staf.

Pesona alam bawah laut memiliki daya tarik tersendiri dan merupakan salah satu alasan utama banyak tamu yang datang setiap hari untuk bermain di pantai. Hanya turun beberapa meter ke laut maka ikan-ikan jinak yang berwarna-warni akan datang mendekat. Selain itu juga terdapat terumbu karang dan binatang-binatang laut lainnya yang sangat indah.

Kicau merdu burung menjelang matahari terbit dan kesunyian alam saat matahari tenggelam menciptakan suasana sungguh romantis, menjadikan Gili Nanggu sebagai tempat yang cocok bagi pasangan yang berbulan madu.

Minggu, 02 Januari 2011

PANTAI INDAH PANGANDARAN CIAMIS

Pantai Indah Pangandaran

Pintu Gerbang Objek Wisata PangandaranObjek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, memiliki berbagai keistimewaan seperti:

*

Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama

* Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama
sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan amanPasir Putih

* Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih

* Tersedia tim penyelamat wisata pantai

* Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan
penerangan jalan yang memadai

Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.

Perahu Nelayan PangandaranDengan adanya faktok-faktor penunjang tadi, maka wisatawan yang datang di Pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam: berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jet ski dan lain-lain.

Adapun acara tradisional yang terdapat di sini adalah Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.

Pesta Hajat LautEvent pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.

Fasilitas yang tersedia:
Sudut lain Pantai Pangandaran1. Lapang parkir yang
cukup luas,
2. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan
tarif bervariasi,
3. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer,
4. Gedung bioskop, diskotik
5. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata,
6. Bumi perkemahan,
7. Sepeda dan ban renang sewaan,
8. Parasailing dan jetski.

WISATA TAMAN NASIONAL PULAU KOMODO

Wisata Taman Nasional Pulau Komodo
By Agung 22 Comments
Categories: Indonesia

Bagi Anda yang gemar bepergian, Anda pasti tak ingin melewatkan objek wisata yang mengesankan di seluruh penjuru nusantara. Berpetualang ke pulau-pulau yang eksotis, menyelami birunya laut, dan bermandikan cahaya mentari akan membuat liburan Anda tak terlupakan. Bayangkan, Anda juga berkesempatan untuk melihat jejak-jejak kehidupan masa lalu yang terpelihara, sekaligus berperan serta menjaga kelestariannya. Anda dan keluarga tak hanya betah menikmati wisata alamnya, tetapi juga bangga menjadi bagian dari ragam keindahan Indonesia. Dan di sini, di Taman Nasional Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Anda akan mendapatkan semuanya.

Pulau Komodo terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sejak tahun 1980, kawasan seluas 1.817 km2 ini dijadikan Taman Nasional oleh Pemerintah Indonesia, yang kemudian diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986. Bersama dua pulau besar lainnya, yakni Pulau Rinca dan Padar, Pulau Komodo dan beberapa pulau kecil di sekitarnya terus dipelihara sebagai habitat asli reptil yang dijuluki “Komodo Dragon” ini.

Menyandang nama latin Varanus Komodoensis dan nama lokal “Ora”, kadal raksasa ini menurut cerita dipublikasikan pertama kali pada tahun 1912 di harian nasional Hindia Belanda. Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor adalah orang yang telah mengenalkan komodo kepada dunia lewat papernya itu. Semenjak itu, ekspedisi dan penelitian terhadap spesies langka ini terus dilakukan, bahkan dikabarkan sempat menginspirasi Film KingKong di tahun 1933. Menyadari perlunya perlindungan terhadap Komodo di tengah aktivitas manusia di habitat aslinya itu, pada tahun 1915 Pemerintah Belanda mengeluarkan larangan perburuan dan pembunuhan komodo.

komodo1 Berkat usaha pemerintah dan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian Taman Nasional, wisatawan yang datang kini dapat berkunjung dan melihat dari dekat kehidupan reptil purba ini. Dengan panjang tubuh 2-3 meter, komodo dapat memiliki berat hingga 70-100 kilogram. Hewan yang menyukai tempat panas dan kering ini hidup di habitat sabana atau hutan tropis pada ketinggian rendah. Jika malam tiba, komodo bersarang di lubang dengan dalam 1-3 meter sambil menjaga panas tubuhnya di malam hari. Sebagai karnivora yang berada di puncak rantai makanan, mangsa Komodo antara lain kambing, rusa, babi hutan, dan burung. Pada kondisi tertentu, Komodo dapat berperilaku kanibal dengan memangsa Komodo lainnya. Dengan mengandalkan indera penciuman pada lidahnya, komodo dapat mencium bangkai mangsanya hingga sejauh 9 kilometer. Gigitannya yang mengandung bisa dan bakteri yang mematikan, ditambah cakar depannya yang tajam merupakan senjata alaminya. Selain itu, komodo ternyata mampu berlari 20 kilometer per jam dalam jarak yang pendek, memanjat pohon, berenang, bahkan menyelam.

Layaknya reptil lain, komodo berkembang biak dengan bertelur. Walaupun demikian, penelitian membuktikan terdapat cara lain komodo melakukan regenerasi, yakni dengan cara partenogenesis. Cara ini memungkinkan komodo betina untuk menghasilkan telur tanpa dibuahi oleh jantan. Partenogenesis diduga telah menyelamatkan komodo dari kepunahan sejak ribuan tahun silam. Akan tetapi, kerusakan habitat, aktivitas vulkanis, gempa bumi, kebakaran, sampai perburuan gelap terindikasi telah mengakibatkan penurunan jumlah populasi komodo sampai taraf rentan terhadap kepunahan. Diperkirakan terdapat 4-5 ribu ekor komodo dengan keberadaan betina yang produktif hanya berjumlah ratusan. Kondisi demikian merupakan tantangan bagi usaha konservasi Taman Nasional Pulau Komodo.

Menikmati wisata Taman Nasional Pulau Komodo dengan mengamati kehidupan komodo dari dekat mungkin belum cukup bagi Anda. Bagi Anda yang hobi dengan olahraga air, Anda dapat mencoba melakukan penyelaman di perairan utara maupun selatan kepulauan ini. Perairan utara merupakan perairan hangat hasil pertemuan arus dari Laut Banda dan Flores. Sebaliknya, perairan selatan menawarkan perairan dingin dari arus Samudera Indonesia. Kombinasi kedua karakter perairan yang berbeda ini menghasilkan ekosistem bawah laut yang kaya. Berbagai macam jenis terumbu karang hidup subur dan menjadi tempat hidup sekian banyak spesies ikan sekaligus penyedia sistem penunjang kehidupan air laut. Banyak penyelam telah menyaksikan kehidupan bawah laut perairan pulau Komodo yang memesona, yang menyimpan berjuta potensi keanekaragaman hayati.

Sebagai salah satu objek wisata andalan Indonesia, Pulau Komodo menyediakan akomodasi mulai dari pondokan yang didirikan masyarakat setempat sampai resort bertaraf internasional. Bagi wisatawan domestik, Anda dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 75.000, sedangkan wisatawan asing sebesar US$ 15. Untuk mencapai Pulau Komodo, Anda dapat melalui rute pesawat dari Kupang (ibukota Nusa Tenggara Timur-NTT) ke kota Ende di Pulau Flores. Berikutnya perjalanan dilanjutkan dengan minibus ke Labuhanbajo yang memakan waktu 10 jam. Dari Labuhanbajo, speedboat akan membawa Anda ke Pulau Komodo setelah menempuh penyeberangan selama 2 jam. Beberapa rute lainnya dapat Anda tempuh dengan penerbangan dari Bali sesuai maskapai penerbangan yang melayani tujuan ke NTT. Berbagai paket wisata yang ditawarkan agen wisata rasanya cukup menarik untuk dicoba bagi Anda yang baru pertama kali mendatangi Pulau Komodo ini.

Eco-wisata yang dicanangkan pemerintah terhadap Taman Nasional Pulau Komodo ini diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan domestik / manca negara. Tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak sekalipun tidak perlu takut untuk datang dan berkunjung ke sana. Dengan peraturan dan keamanan berwisata yang terjaga, manusia dan Komodo dapat hidup berdampingan dengan damai. Dan layaknya anak-anak, kecintaan mereka terhadap Komodo merupakan benih-benih yang dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada kekayaan negeri dan sejarahnya. Nampaknya pesan inilah yang dulu di tahun 90-an pernah dibawakan dengan apik oleh Kak Seto lewat boneka Si Komo-nya. Lewat karakter Si Komo, Kak Seto membawa pesan pelestarian komodo ke hati dan pikiran anak-anak Indonesia, agar mereka bangga dengan kekayaan negerinya.

Komodo_7WondersJika demikian, sangat layak kiranya Taman Nasional Pulau Komodo diangkat menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Alam (7 Wonders Of Nature), bersanding dengan beragam keajaiban dunia lainnya yang mengagumkan. Jejak-jejak kehidupan dunia purba telah menyajikan dirinya kepada manusia hari ini untuk becermin melihat sejarah dunia masa lalu. Kehidupan yang telah melewati ratusan, bahkan ribuan tahun. Lewat Taman Nasional Pulau Komodo ini, dunia hari ini memiliki warisan yang tak ternilai harganya untuk dilestarikan. Mari dukung Taman Nasional Pulau Komodo menjadi satu dari 7 Keajaiban Alam. Dengan demikian, Anda telah berpartisipasi dalam usaha memperkenalkan Taman Nasional Pulau Komodo kepada dunia, sehingga upaya pelestarian ini tidak hanya menjadi perhatian bangsa Indonesia, tapi seluruh masyarakat dunia. Vote Taman Nasional Pulau Komodo for 7 Wonders of Nature.

Jadi, sudahkah Anda memutuskan tujuan wisata keluarga di liburan kali ini? Tentu, Taman Nasional Pulau Komodo jawabannya. Hanya satu-satunya di dunia. Hanya di Indonesia.

Senin, 01 November 2010

KAWAH PUTIH



Actually formed by the eruption of Mount Patuha on X and XII centuries ago. Patuha, or often called by the local community jg as Mount Sepuh (Old Man), has a height of 2.434m above sea level and temperature of about 8-22 degrees Celsius. Water crater is saying a little different from other craters in West Java. Water color is bright and always changing eventually become the main attraction. Surface of the crater is generally rocky and sandy white color, so that the crater was later known as the white crater. Some researchers say that Patuha still active, so found some crater glow was still volatile. Also found near this place a 5-meter deep cave once used as the sulfur mine. No wonder if some steamy crater suddenly a lot, and visitors found to cough due to inhaling air that smelled of sulfur is very sharp. As sources disclosed above, various types of flora and fauna enriched existence of these resorts. Several types of flora include Cantigi, Lemo (supposedly smells like mace oil and can be used to drive the snake), Vaccinium (plants typical of the living area of the crater), and Eidelweis growing on top of the mountain. While the types of fauna that often arise include eagles, monkeys, deer, wild boar, panther and leopard. In ancient times, people consider this area that haunted the region because many birds died on the spot through this crater. He said again in this place is a royal dwelling place of spirits and the spirits of the ancestors. Then denied even this belief, when in 1837 a Dutch scientist Dr German. Franz Wilhelm Junghuhn doing research and found that awesomeness was not caused by a burst of lava sulfur smell was overpowering. But when the discovery of the fact that the community was not interested in making this place as a tourist attraction. PT Perhutani develop new after 1987, whites made a crater area attractions in west Java. Sulfur / sulfur is a result of mineral-colored volcanic processes tend to yellow or blackish. The nature of sulfur, among others, are not soluble in water and soluble in petroleum, kerosene, heat and electricity is bad. when the fire burned blue and generating SO2 gas that smells foul. Sulfur is widely used in fertilizer industry, paper, paint, plastics, synthetic materials, refined oil, rubber, sugar, batteries, chemicals, explosives, petenunan, film and photography, metal and steel. In Indonesia has been known to 6 provinces that have the potential sulfur with total reserves of around 5.4 million. For sublimation type, as long as the volcano is still active then this type of sulfur can be produced, so that resources sulfur sublimation is not considered limited. Back to the crater and white, to where it is not difficult. The location of the white crater can be reached through travel as far as 46 km or 2.5 hours south of Bandung. From the entrance, there are still about 5km to go. Along the way we can see tropical rain forests and Eucalyptus. Home from white crater can you went to Situ patengan or camping to Ranca Upas, which is also the breeding of deer, and do not forget to stop at the strawberry farm in the area Rancabali. There you can pick their own fruit to take home.

TANGKUBAN PERAHU



Enjoying views of the crater of Mount Tangkuban Queen Boat, like seeing a giant bowl of very large and deep. When the weather is sunny, the curve of the soil on the crater wall as well as the bottom of the crater can be seen quite clearly so as to present the spectacular panoramic views. Grandeur of the crater is so vast and deep, at least able to force the viewer to a moment silent and amazed by the greatness of God's work.
Located at an altitude of 1860 meters, the exact area of Lembang, Bandung District - West Java, a tourist attraction Tangkuban Perahu indeed become one of the mainstay of local revenue. With the price of 8000 rupiah per person admission with the average number of visitors reached 500 people least able to reap revenues of around 3 million rupiah per day excluding income from entry fees for private cars and tour buses. Not to mention the revenue obtained indirectly from the sale and purchase food and souvenirs are located around the site, which of course also contributed in no small amount of cash revenue. Mount Tangkuban Perahu is one that is still active volcano on the island of Java. Several times this mountain ever recorded erupted, took out his bowels to produce nine craters are scattered in various places in the top of the mountain. Queen Crater is the largest crater in this location, followed by Upas crater that is located adjacent to the crater queen and can be reached by walking about 25 minutes a distance of approximately + / - 1500 meters from the observer post, around the edge of the crater Queen, counter-clockwise .
Upas Crater has the bottom of the crater is shallow and flat, with wild trees seem to grow on one side of the bottom of the crater. Perhaps due to shallow and not too broad, as well as to go by foot first, and (unlike Queen Crater where private cars could be parked right on the lip of the crater), crater upas rarely visited by tourists. The view presented in this Upas crater tends to "ordinary", but it is possible to enjoy scenery Crater Queen from a different side, given lip Upas Crater Crater Queen and united in the form of a climbing lane, with a crater of the Queen on the left side and Upas Crater on the right side. About some of the volcanoes on the Queen's lips, a lot of traders and stalls are ready to sell souvenirs, food or beverages. Various souvenirs ranging from clothes, scarves, caps, bracelets / rings, natural stone, bonsai plants, musical instruments (Angklung) until a sharp weapon special areas of West Java, also sold at this location. Store food and beverages also appear lined up ready to serve buyers. Not to mention the fruit seller strawberries and mulberries that offers merchandise fro merkea kesetip visitors encounter. Crafts in the form of bags and hats from the fur (rabbit?) Looks very attractive due to the softness of fur-nyasaat touched. For visitors who are tired, especially small children, is also a horse that is ready to lead and to serve visitors who want to enjoy the beauty of Tangkuban Perahu with riding horses.Public facilities such as toilets and places of worship (mosque) is also available this location, as well as tourist information centers that are ready to provide various information needed by the tourists around in Bandung and its surrounding attractions for free. It appears that local governments are serious enough to manage this tourist attraction, many facilities already available, although still need to be increased again, especially toilet facilities.

Selasa, 19 Oktober 2010

CANDI BOROBUDUR


Borobudur temple is located in Magelang, Central Java, about 40 km from Yogyakarta. Borobudur has 10 levels consisting of 6 levels of the level, square and a circle of three circular main stupa as a peak. At every level there are several stupas. Altogether there are 72 stupas in addition to the main stupa. In every stupa there is a statue of Buddha. Ten levels of Buddhist philosophy which describes the ten levels of Bodhisattva who must pass to reach the perfection of the Buddha in nirvana. This perfection symbolized by the main stupa at the top level. Borobudur structure when viewed from the form of the mandala structure, describes the Buddhist cosmology and the human mind.

On the fourth side there is the temple gate and ladder to the level above it like a pyramid. This illustrates the Buddhist philosophy that all life came from rocks. Then the sandstone, then become a plant, then to the insects, then into wild animals and pets, and the last to be human. This process is known as reincarnation. The last process is to be the soul and eventually to nirvana. Each stage of enlightenment in this life processes based on Buddhist philosophy is illustrated in reliefs and statues in the temple of Borobudur whole.

This huge building just a giant pile of stone blocks which have a total height of 42 meters. Each stone is connected without the use of cement or adhesive. These stones are only associated with the pattern and stacked. The base of Borobudur temple about 118 m on each side. Stone used around 55,000 cubic meters. All the stones are taken from the river around the Borobudur Temple. Stone is cut and then transported and connected with a pattern like lego game. All without using glue or cement.

Meanwhile, the aid started to be done after completion stacked stone and connected. Relief is found on temple walls. Borobudur has a different relief 2670. Relief is read clockwise. This relief illustrates a story that I read it started and ended at the gate to the east. This shows that the main gate of Borobudur temple facing the east like most other Buddhist temples.